Puisi Selamat Hari Buruh 2023
Ditulis pada: January 12, 2023
Puisi Selamat Hari Buruh 2023- Hari buruh adalah hari dimana para pekerja atau buruh di seluruh dunia menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Setiap tahun, orang-orang di seluruh dunia memperingati hari buruh. Hari buruh memiliki makna yang harus dipahami oleh semua orang yaitu kita harus selalu menghargai kinerja para buruh. Mereka selalu memberikan tenaga dan memajukan usaha di perusahaan.
Momen hari buruh menjadi momen untuk renungan agar selalu menghargai perjuangan dan pekerjaan setiap orang dan hari buruh diperingati setiap tanggal 1 Mei sebagai hari libur dan sebagai bukti dari usaha gerakan serikat buruh dalam merayakan keberhasilan sosial dan ekonomi para buruh.Puisi Selamat Hari Buruh 2023
Suara Hati Buruhakulah pekerja Indonesia
ya kamilah buruh
yang kau pandang dengan penghinaan
yang sekarang kau lecehkan
karena meleceh dan dan merendahkan
adalah kesanggupanmu para pejabat negeriku
ketika negeri makin merosot kerja jadi fatamorgana
pengangguran di mana-mana
membiarkan kami jadi orang tanpa pekerjaan
yang hanya lalu lalang dimana-mana
duka nestapa kami
biarlah menjadi pelajaran untuk negeri ini
Aku Juga Indonesia
akulah pekerja migran Indonesia
kalian katakan budak masa kini disingkirkan negeri
dan telak ku catat memang di lembaran hidup
kitab harian kami
siapa budak sejati
siapa indonesia yang sejati
Indonesia bukan monopoli para pejabat koruptor
bertekad bersatu bangkit melawan ketidak adilan
aku juga Indonesia
kutunjukkan sudah bangsaku
dengan duka dan luka tercatat di parut dahi
dan kuterakan di lembaran waktu
Indonesia milik kami juga
Harapan Buruh di Negri Ini
Masih setia disini
bersama hembusan angin
batu karang tak tergoyahkann
mentari pagi tak lelah bersinar
bintang di langit pun masih setia
air mengalir ke ujung muara
burung pun bebas berterbangan keangkasa
pun bulan masih pamer keelokannya
daun-daun bertasbih mengagungkan nama-Nya
dan kami pun masih disini
menunggu harapan yang tiada pasti
entah mengapa tak sedikit pun beranjak pergi
padahal tahun telah berganti
dengan beribu harap yang ada dihati
menantimu mengurai janji
yang tak kunjung kau tepati
dalam tuntutan kami
NASIB BURUH
buruh
hanya sebatas pesuruh
tak boleh mengeluh
walau hari-hari bersimbah peluh
berangkat pagi pulang petang
masalah ada menantang
halang rintang menghdang
demi bisa bayar hutang
beban berat di pundak
dengan upah tak layak
harus tetep bisa berdiri tegak
di bawah selalu di injak-injak
hidup pun kian sulit
biaya semakin menghimpit
hidup pun kian terjepit
di antara raksasa-raksasa pelit
BURUH PABRIK
keringat-keringat bercucuran
peluh-peluh deleweran
badan kecapekan
memikul beben kerjan
tiap hari dikejar target
supaya produksi meningkat
untuk kirim tak telat
gajian agar tak lambat
kadang hati menangis
tapi segera di tepis
ingat kluarga menanti
yang mesti di hidupi
upah tak sepadan
dengan berat kerjaan
tapi inilah kenyataan
tak kan berubah dengan keluhan
KAUM TERTINDAS
suara-suara serak
kaum bawah terinjak
lirih terdengar berteriak
terkapar diantara puing berserak
kaum bawah
hidupnya di anggap sampah
mengotori indahnya wajah
yang katanya wajah-wajah megah
di manapun selalu di usir
di sisihkan kepinggir
di manapun selalu di tendang
di anggap kaum terbuang
kaum tertindas
hanya di jadikan alas
tak mampu melawan roda menggilas
para pemain berwatak culas
tak ada canda atau tawa
hari-hari hanya ratap dan mengiba
berlinang air mata itu biasa
berpadu dalam luka dan derita
wahai penguasa negeri
dengarlah suara serak ini
jangan sibuk dengan diri sendiri
kamu di pilih untuk mengurus kami
HARAPAN DAN KENYATAAN
akhir bulan jadi harapan
untuk menerima bayaran
namun mesti lihat kenyataan
gajihan banyak potongan
bayar hutang jadi kuwajiban
cicilan masuk antrian
rentenir minta di dahulukan
sisanya bayar kontrakan
keluarga tak dapat bagian
tiap hari uring-uringan
jangankan beli perhiasan
makanpun masih kekurangan
tanggal muda nyari utangan
ditambah kerja serabutan
tak peduli dapat celaan
penting hidup terus berjalan
jangan pernah tanya tentang masa depan
jangan tanya berapa uang tabungan
hidup layak pun hanya jadi impian
cukup bagi kami tiap hari bisa makan
Demikianlah artikel tentang Puisi Selamat Hari Buruh 2023, yang semoga bermanfaat bagi semuanya dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.
